tadinya aku berencana melakukan sesuatu yang spesial ... seperti getaway kemanaaa gitu tapi ini hari kerja, dan aku males ambil cuti ........
jadinya pada waktu "cantik" ini aku sedang duduk diatas sepeda motorku dalam perjalanan ke kantor ... di jalan kertajaya surabaya tepatnya ... sambil dengerin mp3 ... kebetulan lagi muter L'Arc en Ciel - Killing Me ....
tch .... nothing special ....
but thank God, hari ini nggak ada boss, mereka lagi pada survey mau bikin perumahan somewhere di Batu, Malang .... paling enggak kerja bisa lebih nyantai heheheh :P
gimana dengan kalian? ngapain aja 08-08-08 jam 08:08?
 tuh kan .........
selama ini aku selalu pergi ke Sutos (Surabaya Town Square) malam hari, jadi aku nggak pernah memperhatikan .... tapi kemaren minggu aku berkesempatan untuk pergi ke Sutos di siang hari buat nonton Dark Knight (yang btw menurutku terlalu sadis buat film Batman yang penontonnya juga mencakup anak-anak seumuran SD) ... suasananya begitu beda : cahaya outdoor yang cukup terang tapi tidak terlalu menyilaukan, anak-anak kecil berlarian di sekitar ibu (dan babysitter)nya ... badut-badut yang membuat pertunjukan kecil di salah satu sudutnya ...
benar-benar mengingatkanku ketika aku jalan-jalan di Amsterdam di siang hari dengan teman-teman, window shopping, beli patat met mayo dan berakhir dengan duduk-duduk di museum plein ... wuih jadi kangen ...
so, I thought ... this is the place (even though the building scheme is rather confusing) ... I should come more often at this hour ...
ewwwwwwwwww .... such headache pulang jam 3 baru bangun jam 9, dan sialnya hari sabtu yang indah ini aku masih harus bekerja ... dan TELAT!!!
alasannya ... tadi malem cheering up salah satu temen yang jadi Visual Jockey .... ehm bukan VJ yang macam MTV itu lho, tapi tahu kan kalo pas DJ maen trus di screen nya ada gambar2 yang mengikuti hentakan beat nya? orang-orang yang ngatur 'penampakan' di screen itu lah visual jockey ...
temenku ini ngajak kita untuk cheering up bukan tanpa alasan ... ketika kita masuk ke salah satu club surabaya yang terkenal banget di tahun 90 an ini ... sepiiiii banget ... (bayangkan lantai dansa dengan lampu-lampu terlihat meriah tapi tidak ada satu orangpun disana!!!) aku memperhatikan desain interiornya ... hmm, no wonder sepi banget, anak2 muda masa kini pasti males kesana ... I mean it would pass as background setting for Catatan Si Boy!!!! This place needs a serious brand rejuvenation if they want to survive ...
ketika malam semakin larut ada beberapa orang yang datang ... tapi aku rasa sebagian besar penonton pasti bolo nya DJ dan VJ yang main malam itu .... lainnya? oh well aku ngeliat ada satu cowok bule (dengan dandanan ala film holywood dengan tema vietnam war) udah tepar .. tidur di pojokan .... dan satu kelompok remaja yang sedang bingung mencari jati diri ... pathetic ... but not more than I do heheheh
ketika DJ dan VJ nya beraksi, nggak ada yang bergerak untuk mulai ke lantai dansa ... gila lo malu tau ... akhirnya malam berlalu dengan orang-orang duduk santai menikmati DJ memainkan musik dan VJ memutar visualisasi di layar tancep nya ... somehow aku merasa seperti nonton wayang aja ... cuman sekarang dalangnya adalah VJ dan pemain gamelannya adalah DJ nya ....
kalo dipikirkan baik-baik, VJ dan DJ sebenarnya juga seorang seniman juga ya ... seniman dengan peralatan elektronik ... doing their thing to make everyone happy .... sayangnya sejauh yang aku tahu DJ dan VJ jarang berkolaborasi ... DJ ngemixing musik aja ... VJ ngikutin aja dengan mixing visualisasi untuk mengikuti ...
tidak ada yang brainstorm bareng nyocokin atau bahkan mengkonsep playlist mereka sehingga penampilan mereka lebih wah! lebih nyeni! bisa disandingkan dengan instalasi seni ... dan mungkin juga menciptakan level yang lebih tinggi dalam dunia hiburan malam ...
oh well ... just a thought though ... damn am so wasted hmmm mungkin aku bisa curi2 tidur di pojokan, mumpung ga ada kerjaan juga ........... hehehehehe

postingan ga penting sih .... cuman akhir2 ini kalo liat jam, data ... atau apapun yang berhubungan dengan angka selalu dapet angka cantik kayak gitu .... kinda weird you know ........
Berapa banyak anak Indonesia yang laku 'terjual' semester pertama tahun ini? menurut Kompas lebih dari 400.000 orang ... untuk beberapa tempat jumlah segitu udah kayak se-desa sendiri!!! atau mungkin bahkan sekota!!! sebagian besar diantaranya berasal dari orang tua miskin yang ada di desa terpencil aku yakin itu hanya pucuk gunung es nya saja ... angka sesungguhnya selalu lebih besar dari yang terlihat ... Menyedihkan sekali melihat kenyataan bahwa meskipun di satu sisi kita melihat perkembangan peradaban Indonesia yang meski payah tetap mengejar ketertinggalannya dari negara2 maju, tapi sayangnya perkembangan itu tidak juga dapat menghentikan perbudakan / human trafficking di Indonesia. Apa yang dipikirkan oleh orang tua yang tega menjual anaknya? Apa yang dipikirkan oleh makelar / mucikari yang mau berbisnis di jalan ini? Apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang menggunakan anak2 tak berdaya ini? lebih dari 400.000 anak-anak tak berdosa, pun tak cukup pendidikan .... bagaimana masa depan mereka? Apa tidak ada yang berpikir?
 Angkringan Ki Asem & Pecel & Gudeg Ayam Kampung Ibu Hj Dini kerjasama konsinyasi dan franchise ....
Ngayal mode ON: hmm mungkin dari hasil jerih payah mereka berdagang kaki lima, mereka bisa menyekolahkan anak mereka hingga jadi sarjana ekonomi atau sarjana teknik .... kemudian anak-anak mereka yang lebih update dengan kemajuan masa kini memberi konsultasi bisnis kepada orang tua mereka tentang bagaimana memajukan bisnis angkringan lewat internet!!! hmm sungguh berbakti sekali anak-anak ini, tidak percuma nak orang tua mu susah payah menyekolahkanmu tinggi-tinggi ...
siapa tahu suatu hari nanti Franchise Angkringan Ki Asem lebih terkenal dari McDonald dan Burger King ....
Oya, sekalian, butuh strategi komunikasi marketing ???? Saya bisa buatkan!!!! Buat pengusaha skala mikro dan kecil upah SEIKHLASNYA, yang penting bisa jadi portfolio deh!!! (Ck, kok ajang jadi promosi gini yah)
Upacara Ngaben terbesar (at least -- maybe) tahun ini ... Ubud akan mengadakan upacara ngaben untuk raja dan beberapa bangsawannya dihadiri lebih dari 300 ribu orang ... mungkin mayoritas wisatawan sasaran hunting foto yang happening banget buat para fotografer ... kok jadi semacam atraksi wisata ya? acara penuh adat budaya yang sakral ditunggangi kepentingan "Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 2008" ... padahal yang mengadakannya pun mungkin masih berduka (dan mungkin juga pusing kepala gara2 mikirin biaya) nggak nyalahin juga sih, emang ini acara yang pasti bakal menarik wisatawan ... tapi paling enggak, lebih sensitif dikit lah ... seberapapun menariknya, ini kan acara 'pemakaman' . sumber ( kompas1, kompas 2)
innalillahi wa innailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah Mak Erot  semoga arwahnya diterima disisiNya amin sumber: detik.com
or at least that's what japanese think according to Mainichi shinbun this is what they said: Eco-cars unveiled at Toyako G8 Summit site An array of eco-cars -- from family cars to buses -- is drawing the attention of visitors to the International Media Center at the site of the G8 Summit in Toyako, Hokkaido. The battle against global warming was the main item on the summit agenda on July 8. and this is one of them: kakkoii ne
Kapan? Minggu, 6 Juli 2008 malam jam 7 Dimana? Taman Surya Ada apa aja di sana? Berbagai pertunjukan seni dari jatim dan negara-negara lain... yang sempet ditonton: 1. Paduan Suara Xiamen, China 2. Tarian Tradisional Thailand 3. Pertunjukan alat musik tradisional dari Busan Korea Selatan 4. Tarian Yosakoi dari Jepang (tapi dibawakan sama mahasiswa Unair) 5. Seni Bela Diri Capoeira dari Brazil 6. Reog Ponorogo 7. Tarian Gelang Roem dari Madura Komentar Menarik!! ternyata kebudayaan yang beragam mencerminkan sejatinya manusia beda-beda, tapi entah kenapa ada aja persamaan yang bisa kita lihat musik tradisional korea kalo dimainkan mengingatkan aku akan safri duo (karena banyak perkusinya) dan reog ponorogo (ada alat musik cempreng yang mirip dengan bunyinya reog)!!! celotehan orang2 pas Capoeira itu kayak celotehannya orang-orang Dayak ya??? Ini juga pertama kalinya aku lihat Reog Ponorogo dari awal sampe akhir!!!! BTW tarian Gelang Roem itu sexy bangetttttt!!!! mbak2nya yang nari juga cakep2 ternyata ... and its kinda remind me of flamenco Kejadian lucu Aku kan nonton berdua sama adikku, dan kelihatan paling semangat diantara penonton2 lain ... pas tengah2 tepuk tangan, kita berdua disapa orang gila dan diacungin jempol ama dia (  )!!!!! damn!!!!! apes!!!!!

masih menunggu .... kapan main di Surabaya ???
huks ......
"Gak masalah kalo cuman jadi copywriter BTL, semakin mulai dari bawah, suatu hari nanti akan semakin lama bercokol di puncak"
Apa iya? Kalo gitu apa kabar dengan cita-cita menggebu waktu masih fresh graduate dulu?
Aku masih ingat, karena pengalaman magang di sebuah multinational agency, aku jadi ketagihan pengen bikin TVC dan print ad lebih banyak lagi .... Aku ingat perasaanku ketika membuatnya ... gimana kakiku yang langsung lemas ketika sutradaranya bilang "that's a wrap!" ... gimana aku susah payah menahan air mata ku ketika ngeliat TVC pertama ku tayang di TV nasional ... dan yang paling bikin nagih, ketika aku melihat ekspresi kebanggaan keluarga ku ketika membicarakan TVC pertama ku itu .... priceless!
Aku suka ketika karyaku masuk, diterima dan "menggoda" masyarakat ... Aku suka jika mereka memikirkannya ... terpengaruh olehnya ... Aku suka ketika karyaku memberi friksi kecil di dunia ini .... Aku suka ketika aku yang kecil ini bisa sedikit demi sedikit mempengaruhi dunia ...
Membuatku merasa 'sedikit' seperti superstar Membuatku merasa 'sedikit' seperti politikus sedikiiiiiiiiiit saja ..... cuman 0,000000000000000000000000000000000000000001% but that's a whole lot of pride to me .... I think, that alone is my reason of being in this world
5 tahun berlalu .... dan aku belum membuat TVC kedua ku meskipun video profil korporat sudah belasan atau mungkin puluhan (I lost count) ... but it just not the same ... pernah sih di awal2 karir, pengen buat yang ala TVC gitu ... tapi karena disini pikirannya pada korporat semua, akhirnya jadi korporat pula .... entah bagaimana aku juga ikutan 'korporat' .....
yah sejak dikotakkan di tempat ini saya memang berkembang menjadi copywriter yang memakai EYD, memastikan spelling nya bener, sedikit2 sok jadi seorang Linguist ...
tapi ketika kembali disodori kesempatan untuk membuat TVC (meski kelas kacang juga) .... butuh waktu yang cukup lama untuk starting up dan warming up ....
aku nggak doyan nonton TV lagi, dan aku mulai skipping advertisements ... something that you wouldn't ever do when passion for advertising is still around .... yah mungkin karena TVC sekarang emang boring juga ya? ... yang nggak boring pasti tempatnya di jam 21.00 - 24.00 ... waktu ketika aku terlalu capek untuk nonton TV dan pengen cepat2 tidur padahal dulu aku selalu ada waktu untuk melihat iklan-iklan yang seliweran ... entah untuk memuji ataupun mencelanya ....
Mungkin saat ini aku terlalu jauh melangkah ke arah yang salah ... harus segera berputar haluan .... sambil mengumpulkan bahan untuk membakar bara passion yang redup .... mungkin angin yang segera datang bisa mengobarkannya kembali ....
Dengan naiknya harga BBM (dan tidak naiknya gaji dan tunjangan) ...... Dengan tingginya inflasi (dan rendahnya harapan akan kualitas hidup) .... Dengan tingginya ekspektasi orang (dan rendahnya kemampuanmu yang sebenarnya) ..... Dengan tingginya impian (dan betapa berliku jalan untuk menggapainya) .... Stress tak dapat dihindari ... Apa yang akan kamu lakukan? Kalau aku sih, seperti yang kulakukan beberapa waktu lalu ... shutting off all aspect of life (works, friends, family) to start refreshed again ... and a decent me-time yeah, Thank God aku nggak sampe melakukan apa yang dilakukan oleh Tomohiro Kato seperti yang diberitakan mainichi daily news karena aku yakin pelampiasannya bukan hanya tidak menyelesaikan stress, malah menambah stress dan merenggut 7 orang tak berdosa .... stress does kill ... kalau stress begitu mengancam jiwa manusia, mestinya sedari usia dini mesti udah diajarin dong metode-metode penanggulangan stress sebagai bagian dari kurikulum sekolah di kota2 metropolitan ... bukannya kurikulum2 nggak perlu, yang cuman nambah stress aja ... asik kali ya kalo anak2 sekolah udah diajarin pelajaran seperti how to manage loneliness, anger management, how to overcome stress ... etc
yes we are ... and no, I didn't said that just because I love to eat ... or because I have to have two jobs to fulfil my never-ending needs .... no it's not mere philosophical words on human nature it's quite literate actually an apparent and near threat that we all face in the future ... but only groups of minor has realised we are building our own path to apocalypse time, guardian, american thinker and spiegel agree with me ... so, how will you face your future now?
Anti Stress Management presents ...  Vocal : Baboon Melody: Yance Rythm: Lhu Ay Bass: Chies Drum: Made Performing occasionally on Friday 7 PM at Andira Merchandises are available upon request Tracks will be available as soon as they can write a song (hahahaha)
Islam itu adalah tentang ikhlas dan sabar. Begitu kira-kira dialog dalam Ayat-ayat cinta. Sebuah film yang tadinya aku anggap film ecek-ecek (judulnya jayus banget sih), tapi akhirnya mampu membuatku menitikkan air mata, tepat di dialog ini. Dalam banyak hal kita diuji dalam keikhlasan dan kesabaran sebagai bagian dari hidup. Ketika kita diliputi masalah atau (yang kita sebut) ketidak beruntungan, justru saat itulah Tuhan sedang bertanya padamu dengan caraNya sendiri; Apakah kamu sudah islam? Apakah kamu sudah ikhlas? Apakah kamu sudah sabar? Dan pertanyaan ini diulangNya berkali-kali dalam fase-fase hidup kita, di setiap jenjangnya sampai kita mati. Misalnya, beberapa waktu terakhir ini aku merasa ‘under’ banget. Ya underestimated, underencouraged, underpressured, undermotivated, undermined dan under-under yang lainnya. Sisi paranoiaku memberikan sugesti someone is playing tricks on me. Ada aksi ada reaksi. Apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia yang sedang menggebu-gebu ingin membuktikan dirinya pada dunia? Pasti membuktikan kalau diriku bukan orang yang bisa dipermainkan. Atau benar begitu? Ataukah sekali lagi dalam kehidupan ku Tuhan sedang berbicara padaku tentang sabar dan ikhlas? Atau ketika akhirnya kebahagiaan datang, mampukah aku bersabar untuk tidak terlalu berlebihan dalam mempergunakan kebahagiaanku. Untuk benar-benar memastikan tidak ada yang akan menderita dibawah kebahagiaanku itu? Kalau terhadap penindasan kita membalas, dengan katalis emosi semuanya berkembang jadi jutaan kali lipat dari seharusnya. Apa yang adil menjadi kabur di mata kita. Apa yang bengkok menjadi lurus dalam perspektif kita. Padahal kalau kita bersabar dan menyerahkan keadilan pada Yang Maha Adil, tangan kita bersih pembalasan pun jauh lebih manis, karena hanya Dia yang tahu isi masing-masing manusia dan bisa membalaskan dengan porsi yang tepat.
Ironinya terletak di bentuk kasih sayang Tuhan. Kita semua tahu semakin kita dekat dengan seseorang semakin besar frekuensi komunikasi kita dengannya (Nya dalam hal ini). Bagaimana jika Tuhan berkomunikasi dengan insan yang dikasihinya melalui cobaan dan masalah? Padahal tak jarang manusia berpikir cobaan yang sedang dialaminya tak lebih dari hukuman sehingga mereka berteriak ”apa salahku?”. Atau mungkin justru marah pada Tuhan dan merasa Tuhan sudah meninggalkannya. Padahal Tuhan sedang berbicara padanya. Meninggikannya. Jika mengambil logika dari persamaan diatas, maka harusnya kita merasa was-was ketika kita merasa tidak punya cobaan karena berarti Tuhan tidak sedang berbicara dengan kita, dan seperti kita tahu, kita tidak berkomunikasi dengan orang asing atau orang yang kita hindari/benci. Jadi apa sudah saatnya kita malah mengharap cobaan supaya lebih dekat denganNya? Dan apakah kita sudah siap?
... ketika berpikir sebab mengapa kebudayaan kita makin luntur, mungkin tulisan ini bisa memberikan jawabannya ...
Bahasa dan Kemanusiaan Sabtu, 23 Februari 2008 | 02:12 WIB Oleh P ARI SUBAGYO "Far from being a field reserved for analysis by specialists, languages lie at the heart of all social, economic and cultural life. That is the meaning of the slogan launched by UNESCO for the International Year of Languages: Languages matter!" ucap Dirjen UNESCO Koïchiro Matsuura dalam pesan khusus untuk International Mother Language Day 2008. Sejak tahun 2000, PBB menetapkan tanggal 21 Februari sebagai International Mother Language Day atau Hari Bahasa Ibu Internasional. Penentuan itu dimaksudkan untuk mempromosikan penghargaan dan penggunaan bahasa-bahasa ibu, terutama yang tergolong bahasa-bahasa minoritas. Dalam selebrasi ke-9 tahun 2008 bahkan dicanangkan sebagai International Year of Languages atau Tahun Internasional Bahasa-bahasa dengan slogan Languages matter. Ada tiga isu aktual yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu kepunahan bahasa-bahasa, penyelamatan bahasa-bahasa, dan pemanfaatan bahasa-bahasa untuk mengatasi aneka masalah global. Kepunahan bahasa-bahasa Menurut portal resmi UNESCO, hampir separuh dari 6.700-an bahasa di dunia terancam kepunahan (endangered languages). Disebutkan, 96 persen dari 6.700-an bahasa itu dituturkan hanya oleh empat persen populasi dunia. Jika penghuni bumi—menurut GeoHive dalam http//www. xist.org—per 16 Februari 2008 berjumlah 6.650.774.942 orang, berarti 6.432 bahasa dituturkan 266.030.998 orang, sedangkan 268 bahasa digunakan 6.384.743.944 orang. Sebuah ketimpangan besar yang sulit terbantah. Statistik itu juga menunjukkan telah terjadi dominasi bahasa dengan berbagai latar belakang dan motif. Dalam istilah Bjeljac-Babic (2000), saat ini arah menuju penghomogenan bahasa kian terasa. Di negara-negara multietnis dan multilingual, kepunahan bahasa-bahasa ibu—identik bahasa-bahasa lokal etnis minoritas—lazimnya merupakan akibat sampingan kebijakan pembinaan bahasa nasional, terutama melalui pengajaran. Berlakulah adagium versi Bjeljac-Babic (2000): "Kalau hendak mematikan sebuah bahasa, ajarkan bahasa lain". UNESCO mengemukakan fenomena "dilema bahasa ibu". Bahasa-bahasa ibu diakui telah memudahkan anak-anak belajar memahami dunia; tetapi jika harus diajarkan di sekolah, tidak ada tempat untuk semua bahasa ibu. Apalagi telah menjadi rahasia umum, masuknya bahasa tertentu dalam kurikulum lebih menyangkut pertimbangan ekonomis-politis. Tentang akibat punahnya bahasa, Finnbogadottir (2004)—mantan Presiden Islandia yang menjadi Duta-Relawan UNESCO untuk Bahasa-bahasa—mengajukan alasan amat mengesankan, "Everyone loses if one language is lost because then a nation and culture lose their memory, and so does the complex tapestry from which the world is woven and which makes the world an exciting place." Penyelamatan bahasa-bahasa Penyelamatan bahasa-bahasa (saving languages) merupakan cara pandang baru terhadap fenomena kepunahan bahasa (language death) secara lebih optimistis. Grenoble dan Whaley (2003) menawarkan istilah revitalisasi bahasa (language revitalization). UNESCO mengajukan tiga skenario penyelamatan bahasa-bahasa ibu. Pertama, mempromosikan pendidikan dengan bahasa ibu untuk meningkatkan mutu pendidikan. Skenario ini didasari asumsi, bahasa ibu—termasuk bahasa isyarat (sign language) bagi tunarungu—menjadikan hasil belajar lebih baik. Dalam sudut pandang psikolinguistik, usaha UNESCO dapat diterima. Timothy B Jay (The Psychology of Language, 2003) menyatakan, bahasa ibu merupakan sarana ekspresi paling otentik, maka berpotensi membangkitkan kemampuan ekspresi anak-anak. Kedua, mendorong pendidikan bilingual dan/atau multilingual di sekolah sebagai sarana menanamkan kesetaraan jender dan sosial sebagai bagian kunci masyarakat dengan beragam bahasa. Skenario ini sejalan dengan Deklarasi Universal UNESCO tentang Keragaman Budaya (2001). Ketiga, mendorong bahasa-bahasa sebagai pusat pendidikan interkultural. Skenario ini dapat dijalankan keluarga atau komunitas basis, misalnya secara terprogram menciptakan "kelas-kelas bahasa ibu" untuk anak-anak dan kaum muda. Grenoble dan Whaley (2003) menyodorkan enam model/program revitalisasi bahasa, yaitu (1) total-immersion programs, (2) partial-immersion programs, (3) the local language as a second/"foreign"language, (4) community-based programs, (5) master-apprentice program, dan (6) language reclamation models. Penyelamatan bahasa-bahasa lokal memiliki arti penting dalam strategi kebudayaan manusia. Eksistensi bahasa-bahasa lokal dapat menjaga harmoni global-lokal secara simbolik. Pemanfaatan bahasa-bahasa UNESCO berkeyakinan, bahasa-bahasa lokal bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah global demi mencapai enam tujuan education for all (EFA) serta Millennium Development Goals (MDGs) yang disetujui PBB tahun 2000. Sebagai faktor dalam membangun integrasi sosial, bahasa-bahasa lokal secara efektif memainkan peran strategis dalam pemberantasan kemiskinan dan kelaparan (MDG 1). Sebagai pendukung keberaksaraan, pembelajaran, dan life skills, bahasa-bahasa lokal merupakan faktor esensial untuk mencapai pendidikan dasar universal (MDG 2). Perang melawan HIV/AIDS, malaria, dan penyakit-penyakit lain (MDG 6) harus ditempuh dengan bahasa-bahasa yang dimengerti masyarakat. Selain itu, usaha perlindungan pengetahuan asli serta untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat untuk menjamin environmental sustainability (MDG 7) secara intrinsik terkait bahasa-bahasa lokal-asli berbagai masyarakat. Terlepas dari tiga isu aktual itu, International Year of Languages 2008 agaknya juga dimaksudkan sebagai ajakan untuk bersyukur. Umat manusia patut mensyukuri bahasa-bahasa beserta kemampuan berbahasa yang dimilikinya. Sebab, bahasa dan kemampuan berbahasa merupakan anugerah Ilahi yang membuat hakikat manusia menjadi utuh. Secara evolutif, kemampuan berbahasalah yang membedakan manusia dari ciptaan-ciptaan lain. Hari Bahasa Ibu Internasional dan Tahun Internasional Bahasa-bahasa patut kita rayakan. Tidak dengan ingar-bingar pesta dan perhelatan, tetapi dengan menyelamatkan bahasa-bahasa, memanfaatkannya, serta merayakan kemanusiaan kita atas bahasa. P Ari Subagyo Penggulat Linguistik di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Costumer … dasar Microsoft word sialan! Udah tahu salah kenapa nggak di merah-merahin? Yang bener kan Customer? (I bet nilai bahasanya Bill Gates pas SD dulu jeblok) Sekarang udah cetak ratusan, baru ketahuan salah spelling (SFX: patah hati) nguiks … nguiks … nguiks … >>> mojok di kegelapan Ah percuma nyalahin Microsoft word, Desainer yang nggak perhatian dengan spelling, Traffic yang nggak nge-QC, yang langsung disalahin pasti Copywriternya, kenapa nggak perhatian dari awalnya. Iya, ya. Kenapa ya? Padahal udah aku baca berkali-kali sebelum di layout, kok masih ada yang lolos aja. Ya mungkin karena itu, makin dibaca makin numb aja. Semua terlihat sama, seluruh arti kata membaur. Akhirnya berlembar-lembar kertas penuh tulisan itu terlihat seperti kertas kosong saja. Setitik kesalahan tidak akan terlihat. Bersembunyi diantara kejenuhan melihat ribuan kata tanpa makna (gimana enggak tanpa makna, orang isinya cuman gombalan dan in de schoon schoon en de schewe aja). Padahal karena nila setitik, rusak susu sebelanga (patah hati sambil ngelihatin bertumpuk-tumpuk buku company profile yang sudah jadi). Duh, malunya aku, jadi nggak pede nulis lagi. Terus gimana dengan kerjaan narasi yang menumpuk? Hua … hua … hua … Halah. Kok jadi berubah melankolis sih? Get over it and get back to work!
| |